Opening (0:00 – 0:20) – Pengenalan Lokasi
- Shot drone wide: pulau dari kejauhan, menampilkan pantai & laut.
- Teks overlay: Nama pulau & jarak dari pelabuhan/bandara.
- Cut ke jalan utama menuju area tanah.
Scene 1 (0:20 – 0:40) – Akses ke Lokasi
- Tracking shot/gimbal: kendaraan atau orang berjalan menuju lokasi tanah.
- Detail video: jalan, kondisi akses, pemandangan sekitar.
- Drone follow shot: memperlihatkan perjalanan menuju lahan.
Scene 2 (0:40 – 1:20) – Lahan dari Berbagai Sudut
- Drone orbit: memutari lahan dari ketinggian sedang.
- Tilt shot: dari tanah (close-up rumput/tekstur) lalu naik ke horizon.
- Panning: memperlihatkan lahan dari utara, selatan, timur, barat.
- Teks overlay: “Sudut Barat – menghadap pantai”, “Sudut Timur – dekat jalan raya”, dll.
Scene 3 (1:20 – 1:50) – Detail & Potensi Sekitar
- Close-up: pohon, batu alam, tebing, atau spot unik di sekitar lahan.
- Drone wide: memperlihatkan view ke pantai, laut, atau pasar terdekat.
- Suasana natural: suara ombak, burung, atau angin.
Scene 4 (1:50 – 2:20) – Highlight Keunggulan
- Drone top-down (bird eye view): menandai batas tanah (bisa ditambahkan grafik sederhana).
- Sunset/sunrise shot: bila view indah dari lokasi.
- Cutaway: aktivitas sekitar (orang, kendaraan, pasar) untuk menambah realisme.
Closing (2:20 – 2:40) – Call to Action
- Wide drone shot menjauh: lahan dengan background laut/gunung.
- Teks overlay: “Tanah ini tersedia untuk dijual” + kontak agen/nomor.
- Background music fade out dengan suasana tenang.