Berikut tips dan trik fotografi landscape untuk tanah kosong yang akan dijual, khususnya di pulau, dengan asumsi calon pembeli belum pernah mengunjungi lokasi

  • Ambil foto dari empat arah mata angin (utara, selatan, timur, barat) agar calon pembeli tahu posisi dan potensi lahan.
  • Gunakan foto wide angle untuk menampilkan luas tanah.
  • Ambil foto close up agar terlihat detail tekstur tanah dan kondisi sekitarnya.
  • Gunakan drone untuk menampilkan gambaran utuh lahan dan posisi strategisnya.
  • Tampilkan akses jalan yang menghubungkan lahan dengan area penting (jalan utama, pelabuhan, pasar).
  • Foto batas-batas tanah dengan tanda visual (pohon, patok, pagar).
  • Ambil sudut dari ketinggian rendah (low angle) untuk memberi kesan lahan lebih luas.
  • Tangkap kondisi lingkungan sekitar (pantai, tebing, sawah, pemukiman).
  • Gunakan cahaya pagi atau sore untuk mendapatkan nuansa hangat dan dramatis.
  • Hindari foto saat matahari terik agar warna tanah dan langit tidak pudar.
  • Jika dekat pantai, tampilkan view pantai (pasir putih, batu karang, air laut).
  • Jika dekat fasilitas umum, tunjukkan kedekatan dengan pasar, rumah ibadah, atau pelabuhan.
  • Gunakan garis panduan (leading lines) dari jalan, pagar, atau jalur alami untuk menuntun mata ke objek.
  • Tampilkan horizon yang jelas, jangan miring, agar tampilan profesional.
  • Ambil foto dengan manusia atau objek kecil (motor, mobil) sebagai skala perbandingan luas tanah.
  • Perlihatkan kondisi alam sekitar, apakah hijau, berbukit, atau menghadap laut.
  • Gunakan peta visual atau overlay di salah satu foto drone untuk menunjukkan posisi tanah.
  • Ambil foto suasana menjelang senja untuk menampilkan potensi view sunset/sunrise.
  • Tampilkan jalan akses menuju lahan, dari jalan raya hingga lokasi tanah.
  • Ceritakan lokasi melalui foto berurutan (dari akses masuk → lingkungan sekitar → detail lahan → view sekitar), agar calon pembeli seolah sudah “berkunjung”.